Kaefiyat Solat Samagaha (Gerhana)

Assalamu'alaikum wr wb,..
Admin mau memberitahu prihal Kaefiyat Solat Samagaha/ gerhana yang terkadang suka lupa-lupa ingat atau tidak tahu,..hehe dan Semoga Bermanfaat, .... 😊

Kita maknai dulu Mengenai solat Gerhana tersebut, yang terbagi menjadi dua yaitu : Khusuf (خسوف) dan kusuf (كسوف), yang terkadang tertukar, hehe...termasuk mimin sendiri 😅 sehingga Admin berinisiatif untuk menulisnya supaya ilmu tidak hilang, baik kita bedakan antara khusuf dan kusuf, yang pertama, khusuf dengan Kho ada titik diatasnya, sama dengan lafadz qomar ada juga titik diatasnya (قمر) sehingga memiliki arti bahwa disini adalah gerhana bulan, dimana menurut ahli falaq terjadinya gerhana ini dikarenakan adanyq pembiasaan dimana bumi terletak diantara Matahari dan Bulan ( 🌞 - 🌎 - 🌝), sedangkan kusuf dengan Kaf diawal yang memiliki makna syamsun (شمس) sehingga dinamakan gerhana Matahari, dimana menurut ahli falaq bahwa bumi berada setelah matahari dan bulan (🌞 - 🌝 - 🌎 ). Hal tersebut merupakan sebagian daripada kekuasaan Allah Swt, yang terjadi di Muka Bumi ini, dan Hal tersebut tidak ada kaitannya dengan hal apapun melainkan dari bentuk kekuasaan Allah Swt, sebagaimana dalam isi dua hadist sebagai berikut :

عن عبد الرحمن بن حسان بن ثابت عن أمه سيرين قالت : حضرت موت إبراهيم ابن النبى صلى الله عليه وسلم فكسفت الشمس يومئذ فقال الناس : هذا لموت إبراهيم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :« إن الشمس لا تنكسف لموت أحد ولا لحياته ». ومات يوم الثلاثاء لعشر خلون من ربيع الأول سنة عشر 
Darii Abdurrohman bin Hasan bin Tsabit dari ibunya Sirin katanya:“Saya telah menghadiri kematian Ibrahim putra Rosululooh SAW. Dan pada hari tersebut terjadi gerhana matahari. Lantas orang pada kasak-kusuk bahwa gerhana tersebut terjadi karena wafatnya Ibrohim, kemudian Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya matahari dan bulan itu dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, tidaklah keduanya gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Beliau wafat pada hari Selasa, 10 hari dari bulan Rabi’ul Awal tahun 10 H.  

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا (البخاري) 
Artinyaa : Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan tidaklah terkait kematian atau kehidupan seseorang. Maka jika kalian melihat gerhana itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah (HR. Bukhari)

Terjadinya Gerhana Tersebut kita dianjurkan melaksanakan solat sunat gerhana, tentunya lillah bukan karena hal-hal lain, melainkan mensyukuri atas apa yang terjadi, sebagaimana orang-orang terdahulu, dalam hal ini Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (فصلت 37)
Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah engkau sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak.(QS. Fushshilat : 37)

Kita semua sudah tahu bahwa solat yang senantiasa dilaksanakan pada saat solat Gerhana adalah 2 raka'at, namun berbeda dengan halnya solat solat lain seperti solat sunat rowatib/ied namun hukumnya sama, yaitu sunat muakkad, artinya sunat yang memang sangat sekali dianjurkan (fathul qorib).

Adapun Kaefiyat/ tatacara solatnya sebagai berikut :

Takbiratul ihram, baca doa sebagaimana mestinya (doa iftitah, fatihah, surah), kemudian ruku' dan kembali lagi ke posisi pertama dan membaca (fatihah dan surah) kemudian i'tidal (sambil baca doanya), stelah itu sujud, duduk diantara dua sujud dan sujud lagi, kembali ke posisi pertama, sehingga dalam satu raka't dua kali sujud. Dan tersebut dilakukan sampai 2 raka'at dalam sholat.


Sumber :
Guru-guru, Kitab-kitab, https://www.nu.or.id/post/read/66061/penjelasan-seputar-sejarah-dan-fiqih-gerhana


Komentar

Postingan Populer